
Bernapas merupakan aktivitas yang dilakukan tubuh tanpa disadari setiap saat. Sebagian besar orang bernapas melalui hidung karena memang itulah jalur alami sistem pernapasan manusia. Namun, ada pula yang terbiasa bernapas melalui mulut, baik saat tidur maupun ketika beraktivitas.
Banyak yang menganggap kebiasaan ini tidak berbahaya. Padahal, jika berlangsung terus-menerus, bernapas lewat mulut dapat memberikan berbagai dampak terhadap kesehatan, mulai dari gangguan mulut dan gigi hingga memengaruhi kualitas tidur.
Lalu, mengapa tubuh sebenarnya dirancang untuk bernapas melalui hidung, dan apa saja dampak kebiasaan bernapas lewat mulut? Simak penjelasan healthnesia berikut ini.
Hidung Memiliki Fungsi yang Sangat Penting
Hidung bukan sekadar jalan masuk udara. Saat bernapas melalui hidung, udara akan mengalami beberapa proses penting sebelum masuk ke paru-paru, yaitu:
- Disaring dari debu dan kotoran.
- Dilembapkan.
- Dihangatkan sesuai suhu tubuh.
- Membantu menangkap sebagian bakteri dan partikel asing.
Seluruh proses tersebut membuat udara yang masuk menjadi lebih aman bagi saluran pernapasan.
Sebaliknya, ketika bernapas melalui mulut, sebagian besar mekanisme perlindungan tersebut terlewati.
Mengapa Seseorang Bernapas Lewat Mulut?
Bernapas melalui mulut sesekali sebenarnya merupakan hal yang normal, misalnya ketika:
- Sedang berolahraga berat.
- Hidung tersumbat akibat flu.
- Mengalami aktivitas fisik yang membutuhkan oksigen lebih banyak.
Namun, jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, biasanya terdapat penyebab tertentu, seperti:
- Hidung tersumbat kronis.
- Alergi.
- Pembesaran amandel.
- Kelainan bentuk hidung.
- Gangguan pada saluran napas.
- Kebiasaan yang terbentuk sejak kecil.
Penyebab tersebut sebaiknya dikenali agar dapat ditangani dengan tepat.
Mulut Menjadi Lebih Kering
Salah satu dampak paling sering adalah mulut terasa kering.
Air liur memiliki banyak fungsi penting, antara lain:
- Menjaga kelembapan rongga mulut.
- Membantu proses pencernaan awal.
- Melindungi gigi dari bakteri.
Ketika seseorang terus bernapas melalui mulut, penguapan air liur menjadi lebih cepat sehingga mulut terasa kering.
Meningkatkan Risiko Bau Mulut
Mulut yang kering menciptakan lingkungan yang lebih mudah ditumbuhi bakteri.
Akibatnya, bau mulut atau halitosis lebih mudah muncul meskipun seseorang rajin menyikat gigi.
Karena itu, orang yang terbiasa bernapas lewat mulut sering mengeluhkan napas kurang segar, terutama saat bangun tidur.
Lebih Mudah Mengalami Gigi Berlubang
Air liur membantu menetralkan asam yang dihasilkan bakteri di dalam mulut.
Jika produksi atau kelembapan air liur berkurang akibat mulut sering terbuka, perlindungan alami terhadap gigi ikut menurun.
Akibatnya, risiko:
- Gigi berlubang.
- Penumpukan plak.
- Kerusakan enamel.
menjadi lebih tinggi.
Gangguan pada Gusi
Mulut yang kering juga membuat jaringan gusi lebih rentan mengalami iritasi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko peradangan gusi yang ditandai dengan:
- Gusi mudah berdarah.
- Bengkak.
- Kemerahan.
Jika tidak ditangani, gangguan gusi dapat berkembang menjadi penyakit periodontal.
Kualitas Tidur Menurun
Bernapas lewat mulut saat tidur sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang kurang baik.
Beberapa orang mengalami:
- Mendengkur.
- Tidur gelisah.
- Mulut sangat kering saat bangun.
- Bangun dengan rasa lelah meski sudah tidur cukup lama.
Pada sebagian kasus, kebiasaan ini juga dapat berkaitan dengan sleep apnea, yaitu gangguan napas saat tidur yang memerlukan pemeriksaan medis.
Dapat Memengaruhi Pertumbuhan Wajah pada Anak
Pada anak-anak, bernapas melalui mulut yang berlangsung lama dapat memengaruhi perkembangan bentuk wajah dan rahang.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kemungkinan perubahan seperti:
- Rahang lebih sempit.
- Posisi gigi tidak teratur.
- Wajah tampak lebih panjang.
Karena itu, kebiasaan ini sebaiknya dikenali sejak dini.
Tenggorokan Lebih Mudah Terasa Kering
Udara yang masuk melalui mulut tidak mengalami proses pelembapan sebagaimana ketika melewati hidung.
Akibatnya, tenggorokan menjadi lebih mudah terasa:
- Kering.
- Gatal.
- Tidak nyaman.
Keluhan ini sering muncul pada pagi hari setelah tidur.
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Anda Bernapas Lewat Mulut?
Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:
- Sering bangun dengan mulut kering.
- Bibir mudah pecah-pecah.
- Mendengkur saat tidur.
- Napas terasa lebih berat ketika hidung tidak tersumbat.
- Orang lain melihat mulut tetap terbuka saat tidur.
Jika gejala tersebut sering muncul, pemeriksaan oleh dokter dapat membantu mencari penyebabnya.
Cara Mengatasi Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut
Penanganan bergantung pada penyebab utamanya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
1. Atasi Hidung Tersumbat
Jika penyebabnya adalah alergi atau flu, pengobatan kondisi tersebut biasanya membuat pernapasan melalui hidung kembali normal.
2. Jaga Kebersihan Hidung
Membersihkan hidung dengan larutan saline sesuai anjuran dapat membantu menjaga saluran hidung tetap bersih.
3. Periksa ke Dokter THT
Jika terdapat kelainan struktur hidung, pembesaran amandel, atau masalah lain, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai.
4. Latih Pernapasan Melalui Hidung
Pada sebagian orang, kebiasaan bernapas lewat mulut dapat dikurangi dengan latihan kesadaran bernapas dan menjaga posisi bibir tetap tertutup saat sedang tidak berbicara.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Segera lakukan pemeriksaan apabila:
- Bernapas lewat mulut berlangsung terus-menerus.
- Mendengkur berat.
- Sering terbangun saat tidur.
- Mengalami gangguan konsentrasi akibat kualitas tidur yang buruk.
- Mulut selalu terasa sangat kering.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin baik pula hasil penanganannya.
Kesimpulan
Bernapas melalui hidung merupakan mekanisme alami yang memberikan perlindungan bagi sistem pernapasan. Sebaliknya, kebiasaan bernapas lewat mulut yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko mulut kering, bau mulut, kerusakan gigi, gangguan gusi, hingga kualitas tidur yang menurun.
Jika kebiasaan ini terjadi terus-menerus, terutama tanpa adanya flu atau hidung tersumbat sementara, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya sehingga kesehatan saluran napas dan rongga mulut tetap terjaga.
FAQ
1. Apakah bernapas lewat mulut selalu berbahaya?
Tidak. Saat berolahraga atau hidung tersumbat sementara, kondisi ini masih normal. Namun, jika berlangsung terus-menerus, dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
2. Mengapa bernapas melalui hidung lebih baik?
Karena hidung menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
3. Apakah bernapas lewat mulut menyebabkan bau mulut?
Ya. Mulut yang lebih kering memudahkan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
4. Apakah kebiasaan ini bisa menyebabkan gigi berlubang?
Bisa. Berkurangnya air liur membuat perlindungan alami terhadap gigi menurun sehingga risiko gigi berlubang meningkat.
5. Mengapa mulut terasa sangat kering saat bangun tidur?
Salah satu penyebabnya adalah bernapas melalui mulut selama tidur.
6. Apakah anak yang sering bernapas lewat mulut perlu diperiksa?
Ya. Kebiasaan ini dapat memengaruhi pertumbuhan rahang dan susunan gigi apabila berlangsung dalam waktu lama.
7. Kapan harus ke dokter?
Jika bernapas lewat mulut terjadi terus-menerus, disertai mendengkur berat, gangguan tidur, atau mulut yang selalu kering meski sudah cukup minum.










